Latest News

Tampilkan postingan dengan label Sinopsis Boys Before Flowers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sinopsis Boys Before Flowers. Tampilkan semua postingan


d post kali ini saya akan membahas tentang sinopsis BBF 2.
Para dewa TV membuka secercah istirahat Resmi potensi dan ke Season 2 .... Meskipun aku tidak yakin jika ada banyak yg perlu dikembangkan. Satu-satunya adalah bahwa apa kalian melihat bahwa Jan Di pernah membalas untuk menjawab Jun Pyo dan ia menutup kotak itu dan mereka berpaling untuk menghadapi laut dengan para F4 ....

Hari ini berakhir dari 25 episode dari drama populer, Boys Over Flowers memperoleh sejumlah besar dukungan dari penonton. Dengan demikian, penulis drama mengumumkan kabar baik: Boys Over Flowers season 2 akan keluar . Drama awalnya tidak memiliki penonton yang banyak, tetapi karena peningkatan popularitas drama setelah itu, ia memutuskan untuk merencanakan season2 untuk drama. ketegangan itu pergi pada akhir episode 25 sebenarnya merupakan petunjuk bahwa mungkin ada season 2 untuk Boys Over Flowers

Versi Korea melakukan versi kental dari Taiwan dan Jepang hanya berbeda alur. berikut beberapa hal yg mungkin terjadi di antara mereka:

1. Jandi dan percobaan sekolah medis Ji Hu

2. Yi Jung dan hubungan Ga Eul yang sedang berkembang lebih dan mereka menjadi pasangan resmi akhirnya, dan berani saya bertanya, ciuman .. ..

3. Woo Bin transisi ke dalam mengambil alih perusahaan, dan Woo Bin sudah diatur dalam perkawinan diatur dengan traid lain untuk menciptakan terus kuat di Asia. Dia membutuhkan seorang wanita kuat di sisinya.

4. Ji Hoo perlu memiliki seseorang datang ke sisinya juga. Ikatan-Nya dengan Jandi kuat tapi membingungkan baginya karena komplikasi dan perasaan Jandi telah baginya.

5. Jandi tidak baik dlm sekolah medis dan membutuhkan istirahat untuk kembali paket sekitar asia dan untuk bersembunyi (seperti versi taiwan) Ji Hoo tahu ke mana harus mencari dan menyewa tempat bagi mereka untuk menyembunyikan dan juga mundur

6. Jandi adalah membangun perasaan tekanan saat ia memberitahu Jun Pyo untuk menunggu sampai dia selesai sekolah kedokteran untuk menikah, tapi ibu ingin mereka segera menikah ... lol ... siapa yang tahu ya?

7. Jun Pyo membantu Sang (adik jandi)

8. Ji Hoo mengambil alih Seni dan pusat kesehatan ... tapi ketika selesai Jandi sekolah, ia memberikan padanya untuk bekerja di klinik karena mungkin apa yang ingin kakek dan ia mengambil alih Seni karena gairah yang sebenarnya adalah di Musik.

9 Jun Pyo membuat Jan Di keluar, lalu Jan Di dan Ji Hu berkencan denagn serius. Sekarang jan di sudah mengembalikan perasaannya, jun pyo menyesal dan ingin merebut Jan Di kembali.

10 Jun Pyo kembali bersama Jan Di dan di musim akhir mereka menikah di New Caldonia.

Dan menurut suatu situs BBF 2 ini akan tayang tahun depan pada bulan febuari .
jadi bagi fanatik bbf sabar .. sabar aja yaa nunggu :')


tahun 2011 loh tapi di indo ngak tau kpn hehehe
Pagi2 sekali Jan Di menaruh lunch box di samping tempat tidur Jun Pyo dengan bercanda Jan Di "memantrainya" : Abra kadabra buatlah Jun Pyo mengingat Jan Di..:) Tak lama Yoo Mi masuk ke kamar Jun Pyo. Jun Pyo terbangun dan melihat lunch box itu. Jun Pyo tanya apa itu, Yoo Mi membukanya dan voila...Jun Pyo's rice komplit. Jun Pyo seperti teringat sesuatu dan saat dia mencoba telur gulung dia mengingat suatu kenangan yang menyenangkan. Jun Pyo tanya apa ini bikinan Yoo Mi, dan Yoo Mi mengiyakan (hiihh..ini anak..) Sesuatu yang harus kuingat itu kau kan..?


F2 makan siang di restaurant bubur yang membuat Jan Di dan Ga Eul memandang mereka dengan penuh tanda tanya. Kemudian mereka memberikan kabar gembira : Jun Pyo sudah pulang. Jan Di meloncat gembira dan langsung menuju rumah Jun Pyo.


Yi Jung dan Ga Eul berjalan belakangan. Yi Jung ingin mengatakan dua hal pada Ga Eul, pertama kabar buruk dan kemudian kabar baik. Yi Jung mengawali dari berita buruk, Dia akan pergi ke luar negeri selama 4 atau 5 tahun. Berita baiknya : Kalau aku kembali, kau yang akan pertama kali kutemui. Itu kalau kau belum menemukan soulmate-mu. Bukan pernyataan cinta sih, tapi tentu saja Ga Eul sangat senang. 


Karena ingin segera bertemu Jun Pyo, Jan Di langsung masuk ke kamar Jun Pyo dan bertemu Yoo Mi di sana. Mereka sedang melihat bintang. Jun Pyo bilang Ji Hoo tidak disini dan seharusnya Jan Di menjaga pacarnya. Yoo Mi mengundang Jan Di masuk dan menawarkan teh. Melihat Jun Pyo yang tampak akrab dengan Yoo Mi, Jan Di merasa tidak enak dan permisi pergi. Yoo Mi menyusul Jan Di dan berkata : Orang yang seharusnya diingat oleh kak Jun Pyo itu adalah kau kan ? Yoo Mi menghibur Jan Di bahwa dia akan membantu Jun Pyo mengingat Jan Di. Tapi saat Jan Di mengintip ke dalam, Yoo mi tidak menepati janjinya. 


Jan Di marah dan pergi keluar dan ..menabrak Ji Hoo. Ji Hoo berkata : Jangan melarikan diri. Ji Hoo menarik Jan Di untuk masuk : Kau tidak dapatdisingkirkan seperti ini. Tapi apa yang mereka lihat membuat hati Jan Di semakin sakit. Jun Pyo dan Yoo Mi tertidur di sofa dengan mesranya.


Jan Di berkata pada Ji Hoo bahwa dia dan Jun Pyo sudah berakhir. Ji Hoo tidak terima, aku tidak dapat membiarkan kalian berdua putus dengan alasan yang konyol seperti ini. Ini bukan tentang Yoo Mi, pada akhirnya Geum Jan Di dan Gu Jun Pyo hanya sampai di sini.


Keesokan hari, Yoo Mi membuatkan satu kotak makan siang untuk Jun Pyo. saat mencoba telur gulung, Jun Pyo merasa rasanya tidak seperti yang diingatnya. Jun Pyo merasa ada yang salah, Jun Pyo berkata dengan frustrasi : Jan Di gadis rumput liar itu, ada sesuatu..aku tidak dapat melupakan ekspresinya. Yoo Mi tersinggung dan merasa Jun Pyo terlalu kejam kepadanya padahal dia yang selama ini disisinya (oh..come on) 



Jun Pyo dan Yoo Mi mengadakan pesta perpisahan di pinggir kolam renang. Mereka akan belajar ke Amerika bersama. Yoo Mi menemui Jan Di dan mengatakan bahwa dia sudah berusaha membuat Jun Pyo mengingat Jan Di kembali dan hasilnya Jun Pyo tidak dapat mengingatnya. Maaf tapi aku menyukai Jun Pyo juga demikian pula sebaliknya. Kami tidak mampu menguasai hati kami.


Ji Hoo mengajak Jan Di ke pinggir kolam, saat Ji Hoo pergi untuk mengambilkan Jan Di minuman, Jun Pyo berjalan ke arah Jan Di. Melihat Jan Di, Jun Pyo berbalik. Jan Di bertanya apakah Jun Pyo ingat kalung yang dia pegang. Jun Pyo melihatnya dan bertanya bagaimana aku bisa mengetahuinya. Jan Di mengembalikan kalung itu kepada Jun Pyo. Kata Jun Pyo : Mengapa aku harus mengambil barang seperti itu, kalau kau tidak suka buang saja. Baik, kata Jan Di yang langsung melemparkan kalung itu ke kolam.
Jan Di : "Gu Jun Pyo, aku akan bertanya satu hal lagi. Apakah kau bisa berenang?"
Jun Pyo : "Berenang ? Aku tidak berenang." 
Jan Di : "Kau tidak berenang atau tidak bisa ?"

Jun Pyo : "Aku punya kenangan buruk saat kecil jadi aku tidak belajar berenang." 
Jan Di : "Tidak. Kau bisa berenang."

Jan Di : "Kau hampir tidak takut pada apapun, tapi kau takut pada serangga. Kau idiot yang berpikir lebih baik semua rusukmu hancur daripada melihat jari pacarmu terluka. Kau orang bodoh yang tidak dapat membedakan kata privacy dan pride. Kau bilang kau benci anak2 tapi kau ingin melihat bintang bersama anak lelakimu. Kau orang kesepian yang penuh dengan cinta."
Jun Pyo bingung : Apa yang kau inginkan ?
Kata Jan Di : Panggil namaku..setelah itu dia be
rjalan mundur dan menjatuhkan badannya ke kolam. Tubuh Jan Di sekaku papan saat membentur permukaan air..so beautiful.


Di dasar kolam, Jan Di memungut kalung Jun Pyo. Tapi tidak muncul ke permukaan. Jun Pyo shock dan membeku, kemudian sebuah ingatan muncul. Dia teringat saat Jan Di hampir tenggelam dan kemudian dia berbisik ..Jan Di. Setelah itu dia berteriak ...JAN DI..! Lalu dia berlari ke kolam dan mulai menyelam.


Jun Pyo meraih Jan Di yang pingsan dan membawanya ke permukaan. Dengan panik menerapkan CPR dan saat Jan Di sadar dia bertanya : Sekarang kau ingat ? Jun Pyo meminta maaf dan memeluknya. Jan Di meminta Jun Pyomemanggil namanya lagi dan dia lega. Yoo Mi berjalan pergi.


Kemudian semua kembali normal, Jun Pyo membujuk Jan Di untuk menghadiri wisuda sekolah. Jan Di menolak. Jun Pyo mengajak Jan Di kencan dan seperti yang dulu ada suara motor yang keras jadi ada sebagian pesan yang hilang. Jun Pyo berkata : kalau sampai terlambat, kau benar2 mati. 


Jan Di tidak berniat datang ke wisuda, tapi tiba2 sebuah limousine mendekat(kiriman Jun Pyo) dan beberapa orang meminta Jan Di masuk dan mengantarnya ke pesta perpisahan. Di pesta, Jan Di berdansa dengan Woo Bin, Yi Jung, dan kemudian Ji Hoo. Jan Di : Aku seperti Alice in Wonderland, apakah dia tahu dia bagaikan solaris bagiku. Dia benar2 kiriman dari Surga. Aku tidak mungkin dapat melupakannya. Kau adalah soulmateku, Ji Hoo sunbae terima kasih. Saat Jun Pyo tidak muncul, F3 heran. Jan di ingat dan segera ke menara Namsan.


Jun Pyo sudah menunggu di sana. Bukankah aku sudah bilang kau akan mati kalau terlambat ? Tapi Jun Pyo tidak marah, dia menjentikkan jarinya dan lampu2 menyala di menara Namsan. Kalian F4 benar2 pintar berbuat seperti ini kata Jan Di kagum. Jun Pyo bilang ini cuma hal kecil.


Jun Pyo mengajak Jan Di ke mobil gantung dan Jan Di menunjuk ke arah tulisan Jun Pyo di dinding mobil. Ini benar2 memalukan, aku tidak dapat menikah sekarang karena ini. Jun Pyo tidak merasa ada masalah. Kalau begitu menikah saja denganku. Jun Pyo dengan bangga berkata kepada yang lain : Sekarang kau tidak dapat menikah (maksudnya Jan Di tdk mungkin menikah karena sudah bermalam dg Jun Pyo di cable car) Jun Pyo serius : Ayo kita menikah. Aku akan ke Amerika, kau ikutlah denganku. Aku akan mencoba memimpin ShinHwa, kalau tidak berhasil aku yang akan menutupnya dengan tanganku sendiri.


Jan Di tidak dapat menerimanya begitu saja. Saat aku ke Macau, aku pergi karena keinginanku sendiri. Seperti dirimu, aku juga mempunyai impianku dan keinginanku sendiri. Aku juga harus mengejar mimpiku. Jadi pergi dan kembalilah. Saat kau kembali sebagai pria sejati, aku akan mempertimbangkan lamaranmu. Itu bukan penolakan, mereka menjadi lebih santai dan Jun Pyo berkata : Hei, kau yakin..kalau kau kehilangan diriku kau akan menyesal. Jan Di menjawab : Kau yang akan menyesal kalau kehilangan diriku. Jun Pyo mengakuinya : Benar,aku pasti akan menyesal sampai mati. Kemudian mereka berciuman. 


Then..Four Years Later 


Ga Eul berjalan ke tempat kerjanya dan melihat tayangan TV di jalan. Ternyata Gu Jun Pyo sedang diinterview oleh TV Korea karena prestasinya sebagai Manager Direktur ShinHwa. Jun Pyo berhasil menjadi headline majalah financial. Reporter mulai bertanya masalah pribadi, apakah Jun Pyo tidak kesepian. Jun Pyo bertanya apakah ini masalah cinta ? Reporter sempat terkejut dengan keterbukaan Jun Pyo. Kata Jun Pyo : Tentu saja aku pernah merasa kesepian tapi karena janji yang kubuat dengan seseorang aku bisa bertahan. 


Mama Kang (akhirnya aku memanggilnya Mama) melihat dengan perasaan bangga, dia melihat TV dengan suaminya yang sudah mulai sehat.
Jun Hee juga melihat dari kantornya di...ruang Kepala Sekolah ShinHwa. Wow..


Yi Jung pulang dari luar negeri dan langsung menuju ke sebuah TK. Ternyata itu tempat kerja Ga Eul yang baru. Dia tersenyum melihat Ga Eul mengajar anak2 TK membuat tembikar. 
Yi Jung : Kau masih saja menekan tanganmu dengan 
keras. Ga Eul terkejut sekaligus senang Yi Jung datang. Seorang anak bertanya : Paman, apakahPaman baru datang dari luar negeri? Dari Swedia ya ? Yi Jung heran bagaimana anak itu bisa mengetahuinya. saat Yi Jung mengiyakan, anak lain langsung berkata : Ah..Paman ini pacar Ibu Guru yang langsung membuat Ga Eul menutup mulut anak itu. Yi Jung benar2 menikmati moment yang menyenangkan ini.


Seseorang masuk ke ruang praktek Dokter Yoon dan mengambil stetoskop di meja Dokter Yoon. Pagi itu Jan Di berlari mengejar bus tour. Ternyata Jan Diberhasil menjadi mahasiswa Kedokteran. Saat di bus, seniornya memarahinya karena selalu terlambat dan membuat masalah. Jan Di minta maaf dan duduk di bangku paling belakang. Seseorang tidur di sampingnya, tiba2 orang itu berkata : Kau dapat masalah lagi ya? Saat orang itu membuka topi, ternyata dia Yoon Ji Hoo. 



Ji Hoo dan Jan Di masuk Kedokteran ShinHwa, Ji Hoo sudah di tahun terakhir dan cukup sukses tapi seperti biasa Jan Di agak mengkhawatirkan. Mereka pergi untuk field trip pengobatan gratis. Ji Hoo bertanya tentang kuliah Jan Di yang dijawab dengan penuh keluh kesah.
Kata Jan Di : Aku tidak dapat meminta kakak untuk membantuku karena kakak sudah mau lulus.
 Kata Ji Hoo : Kalau aku harus mengulang lagi untuk membantumu, aku mau. (Ha..masih usaha juga Ji Hoo ini he..he) 



Tapi percakapan mereka terganggu oleh deru helikopter yang keras yang membuat debu beterbangan. Tiba-tiba : Hei..orang biasa.! Apa kau mendengarku..hei Geum Jan Di .. Ternyata Gu Jun Pyo, dia berteriak dengan loud speaker dan menyuruh Jan Di menemuinya di pantai. 


Saat Jan Di tiba di pantai, dia melihat Jun Pyo berdiri. Awalnya Jan Di ragu2 apa kau benar Gu Jun Pyo. 
Jun Pyo : "Bebek buruk rupa kalau memakai baju putih bisa juga menjadi bangau putih (m
aksudnya angsa..olok2 khas Jun Pyo)." Jan Di benar2 yakin itu Jun Pyo. Kau benar2 Gu Jun Pyo lalu mendekatinya. Jun Pyo memeluk Jan Di dan berkata : Aku sangat merindukanmu sampai mau mati rasanya.Kemudian Jun Pyo berlutut dan mengeluarkan cincin : Geum Jan Di, menikahlah denganku. 



Tentu saja saat itu ada suara2 yang mengganggu mereka : 
Ji Hoo : "Aku keberatan dengan lamaran itu."
 
Yi Jung : "Aku juga."
 
Woo Bin : "Aku juga, kalian berdua ti
dak dapat bersepakat tanpa persetujuan kami."




Additional Notes :

Wuah..selesai juga akhirnya, well girls..I Just find out there IS life outside BBF he..he..
Favorite scene : Adegan di kolam, waktu Jan Di mempertaruhkan nyawanya agar Jun Pyo ingat dia, aku pikir kalaupun Jun Pyo gak inget juga..Ji Hoo pasti nyebur ke kolam nyelametin Jan Di ..jadi ya dia pasti ngga akan kenapa2 sih.
Waktu Mama Kang tersenyum, dia cantik sekali. Akhirnya aku bisa lihat doi sebagai mama, that's why I don't call her Presdir Kang lagi he..he..(She's a good mom actually)

Yang masih jadi ganjelan, Jan Di terima lamaran Jun Pyo ngga sih ? Doi belum jawab lho..harusnya sih diterima, masa ngga sih..?
Ibu Jan di menanyakan apa yang telah terjadi dan tidak dapat dibohongi oleh Jan Di. Akhirnya Jan Di mengaku bahwa dia dan Gu Jun Pyo sudah beakhir.Sudah berakhir. Apa lagi yang dapat kuharapkan ?


Yi Jung menemui Ga Eul dan menanyakan tentang Jan Di. Ga Eul tidak mengetahuinya, sebaliknya Ga Eul bertanya tentang Jun Pyo, Yi jung menjawab : Dia kacau sekali. Saat Yi Jung mulai membicarakan hubungan mereka sendiri, Ga Eul justru berkata : Kau tidak perlu tertekan karena aku. Aku tahu perasaanmu, dan aku tidak akan mencarimu lagi. Yi Jung terlihat agak tidak setuju dengan arah pembicaraan Ga Eul (mungkinkah Yi Jung mulai menyukai Ga Eul..) 



Tuan Jung memutuskan memberitahu hal yang sebenarnya kepada Gu Jun Hee. Dia mempertemukan Jun Hee dengan pria yang koma itu yang ternyata adalah..ayahnya. Oh my.. Jun Hee sangat shock dan marah kepada ibunya : Aku bahkan tidak ingin memanggilmu ibu, bagaimana seseorang bisa bertindak begitu jauh. Presdir Kang berkata sebelum pingsan, ayah Jun Hee ingin dia menjaga perusahaan. Harga diriku tidak menginginkan perusahaan hancur. Kata Jun Hee : Harga diri..? Apa kau sedang berkata bahwa kau berkata kepada anak2mu bahwa ayahnya sudah meninggal dan menipu seluruh dunia hanya karena harga dirimu ? 


Jun Pyo masuk karena mendengar keributan dan tidak percaya apa yang dia dengar. Jun pyo pergi untuk melihat sendiri dan dia benar2 terpukul dan marah. Bukannya dia tidak mau membantu mengurus ShinHwa, tapi lebih karena perasaan kecewa karena ditipu dan dimanipulasi oleh Ibunya. Dia melarikan mobil dengan marah dan teringat oleh semua kata2 Jan Di. 


Ji Hoo duduk sendiri memikirkan Jan Di sambil memandang foto "Pernikahan" mereka dan cincin ibunya yang dia pakai sebagai kalung. Ji Hoo berhalusinasi dia melihat Jan Di tidur di kursi di sampingnya. Ji Hoo tersenyum lega, tapi ketika dia mengulurkan tangan ingin menyentuh Jan Di, dia tersadar Jan Di tidak ada. Ji Hoo tanpa sengaja melihat Jan Di di sebuah berita yang meliput tentang pasar ikan di sebuah pantai dengan Jan Di di latar belakang. Antena Jan Di berfungsi lagi he..he 


Jun Pyo berubah lebih dingin, dia menolak mengunjungi ayahnya lagi. Ketika ibunya mencoba berbicara padanya (Bicaralah pada ibumu) Jun Pyo berkata : Ibu ? Apakah kau pernah benar2 menjadi ibuku sesaat saja ? 


F3 mencoba membujuk Jun Pyo untuk menemui Jan Di karena mereka sudah tahu alamatnya. Tapi Jun Pyo menolak. Ji Hoo meninggalkan secarik kertas (Alamat Jan Di) dan berkata dia pergi, terserah Jun Pyo mau pergi tidak. 


Saat Sauna, Woo Bin membujuk Jun Pyo untuk pergi tapi Jun Pyo menolak. Kata Jun Pyo : Aku tidak dapat menjanjikan apapun kepadanya. Aku tidak dapat berjanji untuk selalu membuatnya tertawa atau bahagia atau percaya kepadaku. Menjadi seorang anak dari orang yang begitu kejam, aku bahkan sudah membenci diriku sendiri. Apa yang akan dirasakannya, dia bahkan sudah cukup menderita sekarang. 
Woo Bin : "Tapi dia adalah Geum Jan Di, dia mungkin akan berpikir lain."
 
Jun Pyo : "Itulah mengapa semakin tidak mungkin. Karena dia adalah wanita yang kucintai."



Di desa nelayan, orang tua Jan Di mengalami hal sulit lagi. Ternyata mereka berhutang dengan jaminan bahwa Jan di akan menjadi menantu ShinHwa. Sekarang semua orang tidak percaya kepada mereka dan menagih hutang orang tua Jan Di. 


Saat keadaan kacau, Ji Hoo datang dan membereskan hutang mereka. Semua orang terpesona kepada Ji Hoo dan berpikir apakah dia sang pewaris ShinHwa. Seorang pria (mantan CEO ShinHwa yang dipecat dan ditinggal oleh isteri dan anaknya) melihat kejadian itu. 


Ji Hoo dan Jan Di berjalan di tepi pantai,Jan di heran bagaimana Ji Hoo bisa menemukannya. Aku mendengar alarm darurat. Jan di merasa tidak enak Ji Hoo sudah membayar semua hutang keluarganya. Ji Hoo berkata : Kau telah memberiku lebih. 

Setelah bercakap2 sesaat, Ji Hoo memberikan kalung dengan cincin ibunya. Dia menjelaskan, cincin itu dulu milik neneknya, kemudian menjadi milik ibunya : Aku juga tidak tahu sejak kapan mulainya, tapi aku tidak bisa tanpa kau. Jan di memandang cincin itu, dia mengembalikannya kepada Ji Hoo : Aku kira aku dapat melupakannya ..bahwa aku telah melupakannya..Tapi ..Kemudian Jan Di menarik kalung Jun Pyo yang dikenakannya. Aku tidak dapat..aku tidak dapat membuang Gu Jun Pyo begitu saja. 



Jan di meminta maaf. Ji Hoo mengerti dan menarik Jan di ke dalam pelukannya. Ji Hoo menghiburnya dan mengatakan tidak apa2. Jun Pyo lewat dan melihat saat Ji Hoo memeluk Jan Di, tanpa tahu bahwa Jan Di sedang mengaku pada Ji Hoo perasaannya pada Jun Pyo. (Hmm..tipikal Kdrama he..he) 


Jun Pyo memutuskan untuk berjalan2 di sekitar lingkungan Jan Di, saat dia melihat mantan CEO ShinHwa. Jun Pyo heran. Pada saat itu dia melihat Ji Hoo dan pria itu tampaknya ingin menabrak Ji Hoo dengan mobil.


Ji Hoo tidak sadar saat akan ditabrak, Jun pyo lari menerjang Ji Hoo. Akibatnya fatal..Ji Hoo terluka tapi Jun Pyo lebih parah karena dia justru yang terkena langsung dan tubuh Jun Pyo terhempas di kaca dan kap mobil.Ji Hoo bagaikan terbang lari mendekati Jun Pyo dan memanggil bantuan


Di rumah sakit, Jun Hee marah kepada ibunya : Apa sekarang kau puas ? Apa kau tahu apa yang disukai Jun Pyo..apa makanan kesukaannya ? Setelah tahu Jun Pyo sudah ditangani dengan baik, Presdir Kang pergi karena ada rapat. Jun Hee meledak lagi : Siapa yang lebih penting, Jun Pyo atau ShinHwa..?


Presdir Kang berjalan dan saat sendirian dia hampir jatuh. Saat dia duduk di sebuah bangku, Jan Di duduk disampingnya. Kata Jan Di : Jun Pyo menyukai telur gulung, dan bakso ikan di pojangmacha (Kaki lima). Dia bisa menghabiskan 20 tusuk sekali makan. Dia suka menyiapkan bekal makan siang dan pergi piknik. Dia juga suka melihat bintang melalui teleskop yang dihadiahkan oleh orangtuanya. 


Presdir Kang tidak mengatakan apapun, saat dia akan pergi Jan di mengatakan : Jangan khawatir, dia pasti tidak apa2. Ternyata Presdir Kang menyuruh sopirnya melewati pedagang kaki lima dan meneteskan air mata. 


Ji Hoo teringat kata2 Jun Pyo sebelum pingsan : Kubilang, tidak boleh selain dirimu. Jan di menunggui Jun Pyo dan menangis memohon agar Jun Pyo bangun. 


Saat semua kembali ke Seoul, ada kabar gembira..Jun Pyo sadar. Jan Di tentu saja senang, ternyata Jun Pyo tidak mengingatnya. Kata dokter, Jun Pyo menderita selective amnesia yaitu amnesia hanya kepada orang tertentu karena peristiwa yang menyedihkan atau membuat trauma. (dasar Kdrama..aneh he..he selective amnesia ) 


Jan di terus berusaha mengingatkan Jun Pyo kepadanya. Hal itu sangat mengganggu Jun Pyo. Jun Pyo bahkan berpikir Jan Di adalah pacar Ji Hoo. Di rumah sakit, Jan di berteman dengan Jang Yoo Mi, seorang gadis yang dirawat karena kakinya patah kecelakaan ski. Yoo Mi menolong Jun Pyo karena Jun Pyo tidak ingin dibantu Jan Di. Mereka berdua menjadi dekat. (Sebel..) 


F3 berusaha mencari cara agar Jun Pyo kembali mengingat Jan Di. Dari mulai peristiwa ice cream, menempelkan kartu nama di dahi Jun Pyo sampai tendangan berputar ala Geum Jan Di yang sukses membuat Jun Pyo naik pitam dan mengusir Jan Di. 
Jun Pyo berteriak pada Ji Hoo, jaga dia jangan mendekatiku.



Ji Hoo mencoba menghibur Jan Di. Saat melihat bintang bersama Yoo Mi, Jun Pyo teringat sesuatu - saat di pulau Jeju bersama Jan Di tapi dia tidak ingat wajah Jan Di - Aku kira aku melupakan hal yang penting, tapi aku tidak tahu apa itu. Aku merasa frustrasi. 


F3 datang menemui Jun Pyo dan melihatnya bersama Yoo Mi, mereka tidak suka melihatnya.
Ji Hoo bertanya : "Apa kau tidak mengingatnya ?" 
Jun 
Pyo : "Apa yang harus kuingat ?" 
Ji Hoo : "Geum Jan Di, bukan. "
 
Jun Pyo : "Kau terus saja berkata tentang Geum Jan Di, mengapa aku harus mengingat pacarmu ?"
 Bahkan Jun Pyo bilang kalau Jan Di tidak cocok jadi pacar Ji Hoo dan Ji Hoo harus cari pacar yang lebih baik lagi.
Dan Ji Hoo pun murka, dia hampir saja memukul Jun Pyo kalau saja tidak dihalangi oleh F2 dan Jan Di 


Ji Hoo meminta maaf kepada Jan Di, kata Jan Di : Aku bukan takut kau melukainya, tapi kalau kau memukulnya kau yang lebih terluka. Ji Hoo mengatakan Jan di tidak perlu berlagak berani. Aku bukan berlagak berani, tapi karena kau ada di sini, kau yang memberiku kekuatan."




My Fave Scenes : 
Saat Presdir Kang meneteskan air mata, keren ...akhirnya doi punya perasaan juga.
 
Saa
t Ji Hoo mengatakan perasaannya pada Jan Di
Saat Jun Pyo menerjang untuk menyelamatkan Ji Hoo, wow...benar2 sahabat sejati.

Jun Pyo dan Jan Di menghabiskan waktu bersama di kebun binatang. Jun Pyo ingin melindungi Jan Di terutama dari ibunya yang kejam. Jan Di tidak ingin dilindungi. Kata Jan Di ; Aku telah menerima banyak, darimu, F4,dan Jae Kyung aku ingin kesamaan, aku akan menghadapi sendiri apa yang harus kuhadapi.


Kemudian anak lelaki kecil yang bersama mereka berbisik kepada Jun Pyo karena ingin buang air, Jun Pyo segera membawanya ke toilet. Lucu sekali.Jun Pyo menggendong anak yang tertidur di bahunya berjalan pulang dengan Jan Di. Kata Jun Pyo : Ini aneh, aku merasa seperti mimpi.


Tuan Jung menelpon Jun Pyo dan memintanya pulang. Jun Pyo enggan tapi harus pulang. Dia menyerahkan anak itu kepada Jan Di dan berjalan pulang. 



Yi Jung memeriksa potongan puzzle keramik yang diberikan Eun Jae, tertulis karakter dalam bahasa Mandarin "once in a life time". Ga Eul berlari masuk ke studio terengah2 katanya : Aku menemukannya ! 


Ga Eul membawa Yi Jung ke atas sebuah bangunan tinggi. Ga Eul menutup mata Yi Jung dan saat membukanya tepat pada saat matahari terbit dan Yi Jung melihat dua papan iklan besar bertuliskan : Aku mencintaimu dan Yi Jung. Ternyata Eun Jae ingin membawa Yi Jung ke tempat ini untuk menyatakan perasaannya. Saat matahari terbit yang dapat diartikan sekali seumur hidup. Menyadari ini, Yi Jung menangis tak terkendali.


Dokter yoon, Ji Hoo, dan Jan Di pergi memancing bersama. Jan Di menyiapkan ikan kukus kesukaan Dokter Yoon. Dokter Yoon memberikanpenjelasan kepada Ji Hoo bahwa dia merasa bersalah atas kematian orang tua Ji Hoo dan meninggalkan Ji Hoo karena tidak ingin kehilangan cucunya itu. Tapi hidup sendiri seperti ini membuatnya juga menderita. Dokter Yoon merasa lega dan dia meminta Ji Hoo mengambil alih yayasan seninya dan kliniknya jika dia meninggal kelak. Jan Di mengambil foto Ji Hoo dan Dokter Yoon. 


Ga Eul datang ke studio Yi Jung dengan bersemangat karena Yi Jung meneleponnya. Yi Jung kelihatan lebih baik dan mereka menginjak tanah liat bersama. Situasi menjadi mesra dan Yi Jung hampir mencium Ga Eul kalau saja ponsel Ga Eul tidak berdering. 



Saat berjalan pulang, Dokter Yoon menerima telepon yang membuatnya jengkel dan jantungnya kambuh. Ji Hoo membeku melihat itu, tapi Jan Di langsung mengambil obat dan meminta Ji Hoo membawa Dokter Yoon ke rumah sakit. Di Rumah Sakit, Jan Di berkata pada Ji Hoo kalau kakeknya tidak ingin Ji Hoo tahu mengenai penyakitnya. Ji Hoo tampak terpukul. 


Ternyata Presdir Kang sekali lagi dibalik semua itu. Sambil memandangi foto2 Jan Di bersama Dokter Yoon dan Ji Hoo. Presdir Kang berencana mengambil alih Yayasan seni Dokter Yoon dan ingin menyingkirkan Jan Di dengan mengganggu orang2 yang dicintainya. Untungnya ada yang lebih berarti bagi gadis itu selain uang kata Presdir Kang.


Jun Pyo masuk dan berkata bahwa dia akan berusaha menjalin kembali kerjasama dengan grup JK dan bersedia menerima semua aturan dan larangan ibunya dengan satu syarat : Jangan mengganggu Jan Di. Ibunya setuju asal Jun Pyo ingat janjinya. Jun Pyo masuk ke bekas kamar Jan Di dan membelai baju seragam Jan Di. Nenek masuk dan berkata bagaimana Jun Pyo dapat mengurus ShinHwa jika dia tidak dapat menjaga kekasihnya. Dilahirkan sebagai lelaki tidak otomatis membuatmu pria sejati. Kau harus mengalami semuanya sampai menjadi pria sejati. Jun Pyo sangat berterima kasih dan memeluk Nenek.


Jan di menemukan lukisan yang dibuat Dokter Yoon saat mengemasi bajunya. Dia memberikan pada Ji Hoo yang sangat tersentuh melihatnya. Ga Eul bercerita ternyata Ayahnya yang bekerja di salah satu anak perusahaan ShinHwa telah dipensiun dini. Jan Di sadar ini pasti pekerjaan Presdir Kang.


Jan Di tahu bahwa Ji Hoo dan Dokter Yoon akan menjadi korban berikutnya. Ketika Ji Hoo dan Jan Di berjalan2 di rumah sakit, mereka melihat piano, Ji Hoo memainkan untuk Jan Di. Biarpun Ji Hoo selalu tersenyum, Jan Di tahu ada beban di hati Ji Hoo. Ji Hoo dan Jan Di berjalan di dekat sungai, Ji hoo berkata ada tiga hal yang ingin dilindunginya : Kakek, yayasan, dan...kau. Tapi pada saat bersamaan lampu2 di jembatan menyala dan bunyi air mancur sangat keras sehingga kata2 Ji Hoo yang terakhir tenggelam, Ji Hoo sangat kesal tapi dia hanya menghela nafas.


Jan Di tenggelam dalam pikirannya, Jan Di sangat menyayangi Ji Hoo dan Dokter Yoon. Bagi Jan Di, Ji Hoo adalah sinar mentari untuknya. Jan Di sudah membuat keputusan untuk pergi. Jan Di sudah berpamitan dengan pasiennya yang sedang koma. Ketika Jan Di pergi, tangan pria itu bergerak. 



Jan Di kemudian menghadap kepada Presdir Kang. Setelah itu Jan Di memberi salam dengan temannya waktu menjadi pelayan di keluarga Gu.Kemudian Jan Di berteriak memanggil Jun Pyo. Jun Pyo panik melihat Jan di di rumahnya dan berusaha menyembunyikan Jan Di, tapi Jan Di mengajak Jun Pyo kencan berdua.


Dalam perjalanan pulang, Jun Pyo sangat gembira tetapi Jan Di jadi lebih pendiam. Ternyata dia telah membuat perjanjian dengan Presdir Kang agar jangan mengganggu teman2nya lagi sebagai gantinya dia akan pergi meninggalkan Jun Pyo. Kencan ini adalah kencan perpisahan Jan Di dengan Jun Pyo. 


Jan Di meminta Jun Pyo berhenti dan mengeluarkan koper.Jun Pyo bertanya apa ada kejutan lagi. Jan Di berkata mereka berbeda dan dia akan pergi. Jun Pyo kaget. Saat bus datang, Jan Di bersiap pergi. Jun Pyo bertanya, selain sebagai pewaris Shinhwa apakah kau pernah menganggapku sebagai seorang pria ? Jan Di menjawab : Tidak.


Kemudian dia pergi meninggalkan Jun Pyo yang berteriak memanggilnya dan menangis. Jan Di juga menangis di dalam bus. Jan Di sampai di pesisir pantai tempat orangtuanya bekerja. Orang tua Jan Di terlibat hutang lagi. 


Setelah kepergian Jan Di, F2 khawatir atas perubahan Jun Pyo dan Ji Hoo yang sangat drastis. Kalau Ji Hoo tenggelam dalam pekerjaannya, Jun pyo justru mabuk2an tak terkendali di bar. Saat Jun pyo pulang dalam keadaan mabuk, dia melewati mesin boneka di jalan. Dia teringat waktu kencan dengan Jan Di dia gagal mendapatkan boneka untuk Jan Di. Dia mencobanya lagi dan tetap saja gagal. Dia menjadi marah dan merusak mesin. Akhirnya Jun pyo ditangkap polisi dan dimasukkan penjara. Sampai Jun Hee datang melihatnya dalam sel dengan pandangan mata kosong.